Demo Site

Senin, 08 Oktober 2012

Rabu, 08 Februari 2012

lirik lagu

Send "The Lazy Song – Bruno Mars" Ringtone to your Mobile (ad)
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8,591 votes, average: 4.72 stars)



Lyrics of The Lazy Song – Bruno Mars
Today I Don’t Feel Like Doing Anything
I Just Wanna Lay In My Bed
Don’t Feel Like Pickin’ Up My Phone
So Leave A Message At The Tone
‘Cause Today I swear I’m Not Doin’ Anythin’
I’m Gonna Kick My Feet Up
Then Stare At The Fan
Turn The TV On
Throw My Hand In My Pants
Nobody’s Gon’ Tell Me I Can’t
I’ll Be Lounging On The Couch, Jus’ Chillin In My Snuggie
Click To MTV So They Can Teach Me Howda Dougie
Cause In My Castle I’m The Freakin’ Man
Oh Oh
Yes I Said It
I Said It
I Said It ‘Cause I Can
Today I Don’t Feel Like Doing Anything
I Just Wanna Lay In My Bed
Don’t Feel Like Pickin’ Up My Phone
So Leave A Message At The Tone
‘Cause Today I Swear I’m Not Doin’ Anythin’
Nothin’ At All
Woo Hoo Ooh
Woo Hoo Ooh Ooooh Ooh Ooh
Nothin’ At All
Woo Hoo Ooh
Woo Hoo Ooh Ooooh Ooh Ooh
Tomorrow I’ll Wake Up Do Some P90X
Meet A Really Nice Girl Have Some Really Nice Sex
She’s Gonna Scream Out “This Is Great!” (Oh My God! This Is Great!)
Yeah
I Might Mess Around, and Get My Collage Degree
I Bet My Old Man Would Be So Prouda Me
But Sorry Pops You’ll Just Have To Wait
Oh Oh
Yes I Said It
I Said It
I Said It ‘Cause I Can
Today I Don’t Feel Like Doing Anything
I Just Wanna Lay In My Bed
Don’t Feel Like Pickin’ Up My Phone
So Leave A Message At The Tone
‘Cause Today I swear I’m Not Doin’ Anythin’
No I Ain’t Gonna Comb My Hair
‘Cause I Ain’t Goin’ Anywhere
No No No No No No No No No
Ohhh
I’ll Just Strut In My Birthday Suit
And Let Everything Hang Loose
Yeah Yeah Yeah Yeah
Yeah Yeah Yeah Yeah
Yes I Said It
I Said It
I Said It ‘Cause I Can
Today I Don’t Feel Like Doing Anything
I Just Wanna Lay In My Bed
Don’t Feel Like Pickin’ Up My Phone
So Leave A Message At The Tone
‘Cause Today I swear I’m Not Doin’ Anythin’
Nothin’ At All
Woo Hoo Ooh
Woo Hoo Ooh Ooooh Ooh Ooh
Nothin’ At All
Woo Hoo Ooh
Woo Hoo Ooh Ooooh Ooh Ooh
Send "The Lazy Song – Bruno Mars" Ringtone to your Mobile (ad)

sejarah palembang

Arsip untuk ‘Sejarah Palembang’ Kategori


Benteng Kuto Besak (BKB)

Posted by infokito™ pada 29 Januari 2008
Ensiklopedia
Benteng Kuto Besak
triyono-infokito
Kuta Besak adalah keraton pusat Kesultanan Palembang Darussalam, sebagai pusat kekuasaan tradisional yang mengalami proses perubahan dari zaman madya menuju zaman baru di abad ke-19. Pengertian KUTO di sini berasal dari kata Sanskerta, yang berarti: Kota, puri, benteng, kubu (lihat ‘Kamus Jawa Kuno – Indonesia’, L Mardiwarsito, Nusa Indah Flores, 1986). Bahasa Melayu (Palembang) tampaknya lebih menekankan pada arti puri, benteng, kubu bahkan arti kuto lebih diartikan pada pengertian pagar tinggi yang berbentuk dinding. Sedangkan pengertian kota lebih diterjemahkan kepada negeri.
Baca entri selengkapnya »

Daftar Penguasa dan Sultan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 6 Desember 2007
Penguasa dan Sultan Palembang
triyono-infokito
Sejarah panjang terbentuknya Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17, dapat kita runut dari tokoh Aria Damar, seorang keturunan dari raja Majapahit yang terakhir. Kesultanan Palembang Darussalam secara resmi diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa). Corak pemerintahanya dirubah condong ke corak Melayu dan lebih disesuaikan dengan ajaran agama Islam.  Baca entri selengkapnya »

Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 22 November 2007
Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam
triyono-infokito
Serah terima keraton dengan seluruh kekayaan Kesultanan Palembang Darussalam dilaksanakan oleh putra Badaruddin yaitu Pangeran Prabukesuma dan menantunya Pangeran II, Kramajaya kepada Kolonel Bischoff pada tanggal 1 Juli 1821.
Menjelang tengah malam 3 Juli 1821, Sultan Badaruddin II disertai putra sulungnya dan seluruh keluarga lainnya menaiki kapal. Beberapa hari kemudian menuju Batavia dan Dageraad kemudian dibuang ke Ternate sampai akhir hayatnya tanggal 26 September 1852.
Tanggal 16 Juli 1821 Jenderal De Kock melantik Prabu Anom menjadi Sultan Najamuddin IV dan ayahnya Husin Dhiauddin menjadi
Susuhunan (Najamuddin II). Kesultanan Palembang dijadikan bagian dari Karesidenan Palembang di bawah pemerintahan kolonial Belanda sesuai perjanjian yang diadakan pada tanggal 18 Mei 1823. Selanjunya Sultan Najamuddin IV mendapat gaji dari Pemerintah Kolonial. Pelaksanaan perjanjian ini terjadi pada tanggal 7 Oktober 1823. Baca entri selengkapnya »

Masa Pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II

Posted by infokito™ pada 5 November 2007
Masa Pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II
triyono-infokito
Kesultanan Palembang mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II. Di dalam melawan penjajahan Belanda dan Inggris, Sultan Mahmud Baruddin II berhasil mengatasi politik diplomasi dan peperangan kedua bangsa tersebut. Sebelum jatuhnya Palembang dalam peperangan besar di tahun 1821, Sultan Mahmud Badaruddin II secara beruntun pada tahun 1819 telah dua kali mengahajar pasukan pasukan Belanda keluar dari perairan Palembang. Keperkasaan Sultan Mahmud Badaruddin II ini dinilai oleh Pemerintah Republik Indonesia adalah wajar untuk dianugrahi sebagai Pahlawan Nasional. Baca entri selengkapnya »

Masa Pemerintahan Sultan Abdurrahman

Posted by infokito™ pada 5 November 2007
Masa Pemerintahan Sultan Abdurrahman
triyono-infokito
Setelah Palembang rata dengan tanah karena penyerbuan Belanda tahun 1659 tersebut, Ki Mas Hindi yaitu saudara Pangeran Seda ing Rajek diangkat sebagai Pangeran Palembang (dengan persetujuan Belanda dan atas anjuran penguasa Jambi yang bersahabat dengan Belanda). Beberapa kali Ki Mas Hindi mengirimkan utusannya ke Mataram pada masa kekuasaan Amangkurat I dan II, dalam usaha untuk memperbaiki hubungan dengan Mataram, namun sambutan dari penguasa Mataram tidak seperti yang diharapkan, dan beberapa kali ditolak oleh Sunan Mataram. Kemudian hubungan ini menjadi putus sama sekali dan penguasa Mataram membiarkan saja hubungan yang lebih erat antara Palembang dengan VOC di Batavia (Jakarta).
Setelah hubungan politik dan kultural dengan Mataram diakhiri, Ki Mas Hindi pada tahun 1675 memakai gelar “Sultan“, suatu gelar yang selama itu tabu untuk dipakai orang lain selain Sultan Agung Mataram (gelar yang didapat Sultan Agung dari penguasa Mekah tahun 1641). Baca entri selengkapnya »

Fakhruddin al-Falimbani

Posted by infokito™ pada 19 Oktober 2007
Fakhruddin al-Falimbani
Ulama Kesultanan Palembang Darus Salam
Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah
FAKTA untuk menjejaki ulama yang berasal dari Palembang ini ialah sebuah manuskrip karya beliau yang selesai ditulis pada 16 Syaaban 1297 H/24 Juli 1880 M, selanjutnya disebut MS 1731 (PMM-PNM). Tarikh tersebut saya jadikan bukti bahwa saya tidak sependapat dengan beberapa pendapat yang menyebut bahawa usia Kemas Fakhruddin lebih tua daripada Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani.
Menurut penyelidikan saya, Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani lebih dulu menghasilkan karya, iaitu, Zahrah al-Murid tahun 1178 H/1764 M dan Risalah Nikah tahun 1179 H/1764 M. Pada hari Ahad, 8 Rabiul awal 1421 H/11 Juni 2000 M, sewaktu saya ke Ranai, Pulau Natuna/Bunguran Timur saya peroleh sebuah karya besar Kemas Fakhruddin berjudul Futuh asy-Syam, jilid pertama.
Baca entri selengkapnya »

Mengenal Syeikh Abdush Shamad al-Palimbani

Posted by infokito™ pada 2 Oktober 2007
Syeikh Abdush Shamad al-Palimbani
triyono-infokito
Dalam percaturan intelektualisme Islam Nusantara –atau biasa juga disebut dunia Melayu– khususnya di era abad 18 M, peran dan kiprah Syeikh Abdush Shamad Al-Palimbani tak bisa dianggap kecil. Syeikh Al-Palimbani, demikian biasa ia disebut banyak kalangan, merupakan salah satu kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara. Ketokohannya melengkapi nama-nama ulama dan intelektual berpengaruh seangkatannya semisal Al-Raniri, Al-Banjari, Hamzah Fansuri, Yusuf Al-Maqassari, dan masih banyak lainnya.
Dalam deretan nama-nama tersebut itulah, posisi Syeikh Al-Palimbani menjadi amat sentral berkaitan dengan dinamika Islam. Malah, sebagian sejarahwan, seperti Azyumardi Azra, menilai Al-Palimbani sebagai sosok yang memiliki kontribusi penting bagi pertumbuhan Islam di dunia Melayu. Ia bahkan juga bersaham besar bagi nama Islam di Nusantara berkaitan kiprah dan kontribusi intelektualitasnya di dunia Arab, khususnya semasa ia menimba ilmu di Mekkah. Baca entri selengkapnya »

Kesultanan Palembang Darussalam (1550 – 1823)

Posted by infokito™ pada 6 September 2007
Sejarah mengenai Kesultanan Palembang dapat dimulai pada pertengahan abad ke-15 pada masa hidupnya seorang tokoh bernama Ario Dillah atau Ario Damar. Beliau adalah seorang putera dari raja Majapahit yang terakhir, yang mewakili kerajaan Majapahit bergelar Adipati Ario Damar yang berkuasa antara tahun 1455-1486 di Palembang Lamo, yang sekarang ini letaknya di kawasan 1 ilir. Pada saat kedatangan Ario Damar ke Palembang, penduduk dan rakyat Palembang sudah banyak yang memeluk agama Islam dan Adipati Ario Damar pun mungkin kemudian memeluk agama Islam, konon namanya berubah menjadi Ario Abdillah atau Ario Dillah (Dalam bahasa Jawa damar = dillah = lampu). Baca entri selengkapnya »

Catatan Perkembangan Kota Palembang

Posted by infokito™ pada 1 September 2007
Runtuhnya Sriwijaya di sekitar abad ke-12 dan 13, seolah-olah tidak ada kesinambungan Sejarah dengan “kelahiran” Palembang. Palembang memulai lembaran catatannya dengan Sejarah Melayu, yaitu saat Sang Sapurba, yang berpuyang dengan Iskandar Zulkarnain, turun di atas Bukit Seguntang Mahameru. Tokoh setengah dewa ini membuat “kontrak” atau “perjanjian awal” dengan penguasa Demang Lebar Daun, untuk menjadi penguasa dan menurunkan kekuasaan kepada raja-raja Melayu, yang mempunyai garis keturunannya. Kekuasaan ini berkembang di Malaka, yang pada gilirannya menurunkan raja-raja Melayu baik di Semenanjung Malaka, Sumatera dan kepulauan Riau. Baca entri selengkapnya »

Bentuk dan Susunan Kota Palembang

Posted by infokito™ pada 31 Agustus 2007
Pada abad ke-12 dan 13 kota Palembang digambarkan oleh catatan Cina (Chau Ju-kua, hlm 60):
Penduduknya tinggal terpencar di luar kota, atau mereka tinggal di rakit di atas air, suatu tempat tinggal yang lantainya terdiri dari bambu. Mereka dibebaskan dari segala bentuk pajak. Baca entri selengkapnya »

Aneka Nama Palembang dalam Sejarah

Posted by infokito™ pada 30 Agustus 2007
Aneka Nama Palembang dalam Sejarah
triyono-infokito
Kota Palembang sekarang, sebelum nama “Palembang” tampaknya beberapa kali berubah nama sepanjang sejarahnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sejarah Palembang | Bertanda: | 12 Komentar »

Arti Nama Palembang

Posted by infokito™ pada 28 Agustus 2007
Arti Nama Palembang
Nama Palembang banyak mempunyai arti. Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air. Menurut Kamus Dewan (karya Dr. T.Iskandar, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1986), lembang berarti lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah. Untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sejarah Palembang | Bertanda: | 22 Komentar »

Jumat, 03 Februari 2012

Tugas TIK (Joss Com)


Pak Nih Tugas Joss Com aku..
sorry telat Pak...

Kamis, 02 Februari 2012

sejarah sepak bola

Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina.[2] Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[2] Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari[3]. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.[3]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari.[2] Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.[2] Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.[2] Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.[2] Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[3] Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).[3] Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[2] Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.[2] Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.[2]

sejarah pulau belitung

SEJARAH BELITUNG (Bagian 1)

Belitung merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, kemudian ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang.

Sejak abad ke-15 di Belitung telah berdiri sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama. Pusat pemerintahannya disekitar daerah Pelulusan sekarang ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi daerah Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, bahkan jauh sampai ke daerah Buding, Manggar dan Gantung. Beberapa peninggalan sejarah yang menunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berupa tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, dan garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditemui dilihat di Museum Badau.

Kerajaan kedua adalah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja'kub, yang bergelar Depati Cakraningrat I dan memerintah dari tahun 1618-1661. Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.

Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :

1. Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda;
2. Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda;
3. Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda.

Masing-masing Ngabehi ini pada akhirnya menurunkan raja-raja yang seterusnya lepas dari Kerajaan Balok. Pada tahun 1700 Depati Cakraningrat III wafat lalu digantikan oleh Kiai Agus Bustam (Depati Cakraningrat IV). Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat IV ini, agama Islam mulai tersebar di Pulau Belitung.

Gelar Depati Cakraningrat hanya dipakai sampai dengan raja Balok yang ke-9, yaitu Kiai Agus Mohammad Saleh (bergelar Depati Cakraningrat IX), karena pada tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung dan berkedudukan di Tanjungpandan.

Kerajaan ketiga adalah Kerajaan Belantu, yang merupakan bagian wilayah Ngabehi Kerajaan Balok. Rajanya yang pertama adalah Datuk Ahmad (1705-1741), yang bergelar Datuk Mempawah. Sedangkan rajanya yang terakhir bernama KA. Umar.

Kerajaan keempat atau yang terakhir yang pernah berdiri adalah Kerajaan Buding, yang merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Balok. Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib. Dari keempat kerajaan yang telah disebutkan diatas, Kerajaan Balok merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Pulau Belitung.

Masa pendudukan Belanda-Jepang

Pada abad ke-17, Pulau Belitung menjadi jalur perdagangan dan merupakan tempat persinggahan kaum pedagang. Dari sekian banyak pedagang, yang paling berpengaruh adalah pedagangn Cina dan Arab. Hal ini dapat dibuktikan dari tembikar-tembikar yang berasal dari Wangsa Ming abad ke-14 hingga ke-17, yang banyak ditemukan dalam lapisan-lapisan tambang timah di daerah Kepenai, Buding dan Kelapa Kampit. Pedagang-pedagang Cina tersebut masuk ke Pulau Belitung kira-kira tahun 1293. Hal ini berdasarkan catatan dari seorang sejarawan Cina bernama Fei Hsin tahun 1436. Sedangkan orang Cina mengenal Belitung disebabkan pada tahun 1293, sebuah armada Cina dibawah pimpinan Shi Pi, Ike Mise dan Khau Hsing yang sedang mengadakan perjalanan ke Pulau Jawa terdampar di perairan Belitung.

Selain bangsa Cina, bangsa lain yang banyak mengenal Pulau Belitung adalah bangsa Belanda. Pada tahun 1668, sebuah kapal Belanda bernama 'Zon De Zan Loper', dibawah pimpinan Jan De Marde, tiba di Belitung. Mereka merapat di sungai Balok, yang saat itu merupakan satu-satunya bandar di Pulau Belitung yang ramai dikunjungi pedagang asing

Berdasarkan penyerahan Tuntang pada tanggal 18 September 1821, Pulau Belitung masuk dalam wilayah kekuasaan Inggris (meskipun secara de facto terjadi pada tanggal 20 Mei 1812). Oleh Residen Inggris di Bangka, diangkat seorang raja siak untuk memerintah Belitung, karena di pulau kecil ini sering terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh tetua adat. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jenderal Kerajaan Inggris tanggal 17 April 1817, Inggris menyerahkan Belitung kepada Kerajaan Belanda. Selanjutnya atas nama Baginda Ratu Belanda, ditunjuk seorang Asisten Residen untuk menjalankan pemerintahan di Pulau Belitung.

Gilang GodLike
CSS3 By Gilang GodLike !

Move your mouse to go back to the page!
Gerakkan mouse anda dan silahkan nikmati kembali posting kami!

Design By:Gilang GodLike

follofer

cusor

Tennessee Titans - NFL